Tuesday, October 18, 2005

Sepenggal Kisah dari Panti Asuhan As Surrur

Hari Sabtu, tepatnya tanggal 15 Oktober 2005, beberapa komunitas chatter bergabung untuk mengadakan Bakti Sosial di Panti Asuhan Assurur, Kebon Jeruk.

Hampir jam 12 siang, sewaktu Aku dan rombongan sampai disana.
Area panti itu sebenarnya cukup luas. Selain bangunan untuk tinggal, ada ruang-ruang sekolah, mushola dan juga dapur.
Bangunan untuk tinggal berlantai tiga. Lantai bawah merupakan kelas-kelas, lantai dua digunakan untuk anak-anak perempuan, sedangkan anak-anak laki tinggal di lantai paling atas. Trenyuh rasanya melihat bangunan panti yang penuh tambalan disana-sini. Lebih trenyuh lagi melihat jendela-jendela besar tak berpenutup di lantai 3 yang digunakan anak-anak laki. Nyamuk dan hawa dingin pasti sudah jadi teman akrab mereka tiap harinya. Tak terbayang bagaimana mereka bisa tidur, bila malam hari hujan lebat disertai angin.....

Menjelang pukul 2 siang, beberapa saat sebelum acara dimulai, ada dua gadis kecil berjalan malu-malu menuju aula tempat acara diadakan. Untuk mencairkan suasana, aku mengajak mereka ngobrol. Gadis yang satu baru kelas 3 SD, namanya sri. Gadis yang lainnya sudah kelas 1 SMP, namanya ririn. Tadinya aku tak menyangka ririn sudah kelas 1 SMP, karena sosoknya tidak lebih besar dari sri yang kelas 3 SD. Sri gadis kecil yang riang, tak tampak beban di raut wajahnya meski dia sudah ada di panti itu sejak umur 3 tahun. Berbeda dengan ririn, wajahnya sendu, jarang terlihat senyum. Menjawab pertanyaankupun terbata-bata. Rupanya dia baru satu bulan berada di panti itu. Mungkin dia teringat keluarganya... aku tak sanggup bertanya.
-------------------
Sesaat sebelum acara games dimulai, sambil menunggu peserta lainnya yang masih sholat ashar, aku juga sempat berbincang dengan beberapa anak. Tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu luang. Mereka lalu bertutur bersahutan, sepulang sekolah mereka biasanya mereka makan siang, lalu sholat dan mengaji. Setelah itu tidur siang. Setelah ashar nanti mereka harus bersih-bersih panti, lalu mandi. Setelah maghrib mereka mengaji dan belajar, dan akhirnya tidur. Aku pun bertanya bagaimana mereka menghabiskan waktu libur. Mereka bilang, tiap hari minggu mereka disediakan TV, mereka diperbolehkan nonton tv hanya hari itu. Ah, rasanya malu mendengarnya, kalau ingat berapa banyak waktu yang kuhabiskan untuk entertainment things tiap harinya, entah itu nonton TV, nonton DVD, chatting, dengar radio, Sementara mereka.......
----------------
Rasanya tak sabar menunggu waktu berbuka puasa. Apalagi melihat es buah berwarna merah menyala sudah siap dihidangkan. Anak kecil disebelah ku sudah meliriknya beberapa kali. Aku hanya tersenyum melihatnya. Namanya Sahna, masih TK, dan baru belajar puasa.
Sesaat sebelum berbuka, semua hidangan berbuka dibagikan. Sesekali Sahna mengangkat gelas berisi es buah itu. Mungkin mau melihat apa saja isinya...

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Yup, waktunya berbuka. Alhamdulillah.
Sahna yang ada disebelahku ragu-ragu membuka gelas es buah yang memang ada tutupnya itu. Aku heran melihatnya, mungkin dia begitu karena malu-malu. “ ayo diminum, jangan malu-malu” kataku saat itu. Kemudian dia pun meminumnya sesuap. Aku jadi tambah heran. Ketika kudorong dia kedua kalinya, dia menjawab,” gak ah, buat emak di rumah aja”
Rasanya rontok isi hatiku mendengar kata-katanya. Ya Allah......
Padahal dia masih begitu kecil.....

-------------------
Mungkin saja mereka merasa beruntung, masih ada yang memberikan perhatian pada mereka.

Ah bukan, sebenarnya kitalah yang beruntung. Telah diberikan kesempatan oleh Allah, untuk berbagi bersama mereka.....

Yup. Sebenarnya kitalah yang amat beruntung...................

No comments: